Tembus 41 Ton Per Hektar! Rahasia Sukses Petani Cikajang Buktikan Teknologi Pertanian Modern
Garut - Keberhasilan luar biasa baru saja dicatatkan oleh Pak Hari, pengurus Koperasi Cikajang Agro Prakarsa (CAP), yang berhasil memanen 41,9 ton kentang dari lahan seluas 1 hektar di Cikajang, Garut, Sabtu (11/04/2025). Angka ini sangat fenomenal karena melampaui rata-rata produktivitas lokal yang biasanya hanya berkisar 23,42 ton/ha. Lonjakan hasil sebesar 78,9% ini menjadi bukti nyata efektivitas pendampingan program ICARE Jawa Barat dalam mendorong kesejahteraan petani melalui modernisasi pertanian yang terukur.
Kunci dari ledakan produksi ini terletak pada penerapan standar Good Agricultural Practices (GAP) yang dipadukan dengan inovasi hayati. Pak Hari menggunakan varietas Granola unggulan yang dioptimalkan dengan pemberian asam humat untuk memperbaiki struktur tanah serta bakteri Bacillus sebagai agen hayati pelindung tanaman. Sinergi teknologi ini tidak hanya meningkatkan kuantitas panen, tetapi juga memastikan kualitas umbi kentang yang lebih sehat dan berdaya saing tinggi di pasar, menjawab kekhawatiran publik akan keterbatasan stok dan kualitas pangan lokal.
Dampak dari keberhasilan di Cikajang ini memberikan angin segar bagi stabilitas pasokan kentang nasional dan menjadi model percontohan bagi petani lain di Jawa Barat. Dengan meningkatnya produktivitas hingga hampir dua kali lipat, margin keuntungan petani otomatis terkerek naik, sekaligus membuktikan bahwa pertanian berbasis korporasi yang dikelola secara modern mampu mengubah wajah ekonomi pedesaan. Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) terus berkomitmen mereplikasi keberhasilan ini agar kedaulatan pangan bukan sekadar angka, melainkan kesejahteraan yang nyata dirasakan masyarakat.